Pedrosa: Finis Kedua pun Tak Apa

Catalunya – Finis kedua di MotoGP Catalunya bikin Daniel Pedrosa makin dijauhi Jorge Lorenzo di perebutan gelar juara MotoGP musim ini. Namun Pedrosa tak menyesal dengan pencapaiannya itu.

Lorenzo yang finis pertama untuk ketiga kalinya secara beruntun kini kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan 52 poin atas Pedrosa yang berada setingkat di bawahnya.

Diperkirakan dominasi Lorenzo bersama FIAT Yamaha pun masih kuat hingga beberapa seri ke depan. Jelas Pedrosa sebagai pesaing terdekat tak boleh terus tertinggal di belakang Lorenzo.

Tapi Pedrosa tak begitu menyesali podium kedua yang ia dapat di seri GP Catalunya ini. Sebab ia sempat terlempar jauh di posisi ke-11 di awal-awal lomba karena kesalahannya.

Pedrosa pun cepat mengembalikan performanya dan ia pun bisa mengalahkan rivalnya macam Casey Stoner, Randy De Puniet serta rekan setimnya Andrea Dovisiozo yang mengalami kecelakaan.

“Awal yang sangat baik dan aku memimpi. Dan di ujung trek lurus aku mengalami guncangan hebat di ban depan. Aku ingin mengerem namun tidak bisa. Dan keluarlah aku dari trek,” tutur pria asal Spanyol itu di Autosport.

“Aku mulai benar-benar menekan rem depan dan akhirnya motorku kembali ke lintasan. Aku sempat berada lama di luar trek untuk menghindari penalti. Lalu aku pun perlahan menapak naik,” sambungnya.

“Aku mengalami masalah di ban depan dan pertarunganku dengan Casey hampir sepanjang balapan. Aku mengira dia akan berbuat sesuatu. Usai apa yang kualami saat start, finis di posisi kedua tidaklah buruk,” lugas Pedrosa.

Sumber: dts

Lorenzo Juarai Catalunya

BARCELONA – Perlawanan sengit diberikan Andrea Dovizioso, meski Jorge Lorenzo keluar sebagai juara di MotoGP Catalunya. Pembalap Fiat Yamaha mengaku lega bisa menang.

Persaingan sengit antara Lorenzo dan Dovizioso terjadi sejak awal lomba. Kedua pembalap melakukan overtaking untuk merebut posisi terdepan di MotoGP Catalunya, kemarin.

Nahas buat Dovizioso. Andalan Repsol Honda terpaksa meninggalkan lintasan pada lap 13 karena terjatuh. Praktis, Lorenzo dengan nyaman memenangi balapan di kandang sendiri.

“Ini merupakan balapan yang sangat berat. Pasalnya, suhu di lintasan sanga panas dan ban depan saya terlalu sering tergelincir,” demikian kata Lorenzo mengenai hasil balapan dilaporkan Autosport, Senin (5/7/2010).

“Dovizioso berada di belakang dalam beberapa lap dan berhasil mendorong saya dengan keras. Saya pikir dia bisa di depan hingga menyentuh garis finish. Beruntung dia terjatuh dan saya menang,” tandas pembalap Spanyol.

Kemenangan ini membuat Lorenzo semakin kokoh di puncak klasemen. Dengan 10 balapan tersisa, dia berhasil unggul 52 poin dari Dani Pedrosa.
Sumber:OKZ

Lorenzo Menang di Assen Belanda

Assen BelandaDengan menduduki posisi start satu, Lorenzo mengawali balapan dengan sangat cepat melaju dari lap awal hingga akhir . meninggalkan pesaing utama Pedrosa dan Stoner yang sejak awal telah membayanginya untuk mencoba mendekat, namun dengan tunggangan Yamaha nya yang demikian prima merajai sirkuit Assen dengan mengumpulkan point sempurna dan memimpin klasemen sementara dengan 140 poin di susul Pedrosa dan Dovisiozo dengan mengkoleksi 93 dan 89 poin.

“Tanpa Rossi, Gelar Juara Tak Berarti”

MOTORCYCLING-PRIXSILVERSTONE – Absennya Valentino Rossi membuat Jorge Lorenzo kurang bersemangat berjuang merebut trofi juara dunia MotoGP musim ini. Menurut pembalap FIAT Yamaha, tanpa rekan setimnya (Rossi) yang menjadi rival utamanya, gelar juara dunia musim ini terasa tanpa tantangan.

Diketahui, Rossi yang mengalami kecelakaan saat sesi latihan jelang GP Mugello memang harus absen sekira lima bulan untuk memulihkan patah kaki kanan yang dideritanya. Absennya Rossi, praktis membuat Lorenzo memiliki kans paling besar untuk menggenggam trofi juara dunia.

Ya, sepanjang musim ini, Rossi memang menjadi satu-satunya rival terkuat Lorenzo yang memimpin klasemen sementara pembalap. Nah, tanpa Rossi yang bakal absen di lima-enam balapan, Lorenzo hanya harus bersaing dengan sejumlah pesaing seperti Dani Pedrosa dan Casey Stoner yang sejauh ini belum menampilkan performa terbaiknya.

Fakta bahwa Rossi telah dipastikan keluar dari perburuan gelar juara dunia musim ini ternyata tak lantas membuat Lorenzo senang. Pembalap muda Spanyol ini justru menyayangkan absennya sang juara dunia sembilan kali tersebut, karena Lorenzo mengaku ingin menjadi juara dengan melibas The Doctor di atas trek.

“Jelas, absennya Rossi merupakan kekecewaan bagi semua orang,” tutur Lorenzo sebagaimana dikutip Eurosport, Kamis (17/6/2010).

“Menjadi juara dunia jelas merupakan hal yang luar biasa. Tapi, memenanginya tanpa kehadiran Rossi mungkin sedikit mengurangi kebanggaan menjadi juara,” tambahnya.

“Saya ingin menjadi juara dunia dengan kehadiran Rossi di atas trek. Jika saya bisa mengumpulkan semua legenda MotoGP untuk bersaing dengan saya untuk menjadi juara, maka saya akan dengan senang hati melakukannya,” tutup juara dunia 250cc ini jelang MotoGP Inggris di Sirkuit Silverstone, akhir pekan ini.

Jorge Lorenzo Pesaing Utama The Doctor di 2010

Jorge Lorenzo

Jorge Lorenzo

SELAMA tiga musim terakhir, persaingan MotoGP lebih banyak didominasi empat pembalap: Valentino Rossi, Casey Stoner, Jorge Lorenzo, dan Dani Pedrosa. Namun, dengan sejumlah perubahan regulasi yang lebih kompetitif untuk para pembalap, MotoGP 2010 menjanjikan persaingan yang jauh lebih seru. The Doctor dipastikan harus berjuang ekstra jika ingin menyamai prestasi legenda Italia Giacomo Agostini dengan delapan gelar juara dunia di kelas premium.

Kemenangan yang diraih Rossi musim lalu mengantarnya lebih dekat sebagai legenda MotoGP. Tujuh gelar di kelas MotoGP serta tambahan dua gelar dari masing-masing kelas 250cc dan 125cc menjadikan pembalap Italia 30 tahun sebagai pemacu motivasi pembalap-pembalap muda yang berharap mengikuti jejaknya.

Menggusur Rossi dari tahta juara jelas akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap pembalap. Duo Ducati Nicky Hayden dan Casey Stoner boleh berbangga hati karena berhasil melakukannya pada 2006 dan 2007. Nah, bagaimana dengan musim 2010? Read more

Ben Spies Bakal Gantikan Toseland

James Toseland

James Toseland

DONINGTON – Masa depan James Toseland bersama Tech 3 Yamaha tengah terancam. Tapi, keberhasilan Toseland finish di urutan keenam pada balapan di Donington Park membuat fans yang berada di Inggris meminta Yamaha mempertahankannya.

Ya, masa depan Toseland bersama Tech 3 Yamaha memang tengah dipertanyakan. Betapa tidak, pembalap asal Inggris itu gagal memberikan hasil maksimal kepada tim bermarkas di Mimosas itu.

Spekulasi langsung merebak. Tech 3 Yamaha berniat menggantikan posisinya dengan pembalap Superbike Ben Spies pada musim depan. Tapi, Toseland berhasil tampil gemilang dengan finish di urutan keenam balapan di Donington Park, Minggu kemarin.

Untuk itu, para fans sangat berharap hasil itu membuat Toseland semakin percaya diri dan Tech 3 Yamaha mempertahankan pembalap 29 tahun itu untuk tetap berlaga di MotoGP.

Andy Taylor, fans Toseland dari Skegness mengatakan: “Dia sudah melakukan tugas dengan baik. Sayang dia gagal meraih peringkat kelima. Saya hanya berharap ini menjadi awal bagus buatnya.”

Hal yang sama juga diharapkan Kevin Taylor. “Dia sudah berhasil memperoleh peringkat keenam. Ini adalah prestasi terbaiknya pada tahun ini. Kami berharap Toseland tetap bertahan. Kami membutuhkan pembalap Inggris di MotoGP,” pungkasnya.

MotoGP Paddock Girls

Rider MotoGP di Jerman

Di Alice Motorrad Grand Prix Deutschland

Di Alice Motorrad Grand Prix Deutschland

Rider MotoGP: Siapa Yang Paling Tinggi?

Siapa Nih Yang Paling Tinggi?

Siapa Nih Yang Paling Tinggi?

Silverstone Pengganti Doningtton di MotoGP 2010

Silverstone, yang menurut jadwal sementara akan melaksanakan balapan MotoGP pada 6 Juni 2010, digadang sebagai salah satu tempat tercepat dalam kalendar MotoGP musim depan. Ini yang jadi daya tarik untuk Rossi.

“Aku dengar akan sangat cepat di sana, jadi ini sangat bagus. Aku sangat suka Donnington, jadi semoga Silverstone ada di level yang sama. Donnington adalah salah satu trek favoritku, tapi kita harus menunggu dan melihat apa yang disajikan Silverstone,” aku dia ke MCN.

Pembalap Yamaha itu sendiri mengaku belum pernah sekalipun merasakan rasanya menggeber kendaraan di Silverstone. Namun, dari apa yang sudah dia lihat, lintasan itu tampak menjanjikan.

“Aku belum pernah melihat Silverstone. Tahun lalu aku memiliki kans mengemudikan Aston Martin DB9 di sana, tapi kemudian dibatalkan. Aku sudah melihat rencana (rancang bangun lintasan) dan meski sulit membuat penilaian dari situ, untukku tampak bagus.”

“Setidaknya Silverstone adalah trek klasik seperti Donington dan Assen. Itu bukan trek (yang banyak mengandalkan) komputer dan ini adalah hal positif,” lugas Rossi yang finis kelima di MotoGP Inggris 2009.

Next Page »