Jorge Lorenzo Pesaing Utama The Doctor di 2010

Jorge Lorenzo
SELAMA tiga musim terakhir, persaingan MotoGP lebih banyak didominasi empat pembalap: Valentino Rossi, Casey Stoner, Jorge Lorenzo, dan Dani Pedrosa. Namun, dengan sejumlah perubahan regulasi yang lebih kompetitif untuk para pembalap, MotoGP 2010 menjanjikan persaingan yang jauh lebih seru. The Doctor dipastikan harus berjuang ekstra jika ingin menyamai prestasi legenda Italia Giacomo Agostini dengan delapan gelar juara dunia di kelas premium.
Kemenangan yang diraih Rossi musim lalu mengantarnya lebih dekat sebagai legenda MotoGP. Tujuh gelar di kelas MotoGP serta tambahan dua gelar dari masing-masing kelas 250cc dan 125cc menjadikan pembalap Italia 30 tahun sebagai pemacu motivasi pembalap-pembalap muda yang berharap mengikuti jejaknya.
Menggusur Rossi dari tahta juara jelas akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap pembalap. Duo Ducati Nicky Hayden dan Casey Stoner boleh berbangga hati karena berhasil melakukannya pada 2006 dan 2007. Nah, bagaimana dengan musim 2010?
Ancaman Por Fuera
Tidak berlebihan rasanya jika menyebut Jorge Lorenzo sebagai pesaing utama Rossi tahun ini. Sejak melakukan debut untuk Fiat Yamaha 2008 silam, pembalap muda Spanyol berhasil membuktikan bahwa dirinya layak menjadi rekan setim The Doctor.
Gaya membalapnya yang agresif dan cenderung nekat berhasil memukau para pecinta MotoGP seluruh dunia. Persaingan sengitnya dengan Rossi pada seri Catalunya lalu menjadi bukti, Sang Raja tidak akan menang dengan mudah selama masih ada Lorenzo di lintasan.
Meski demikian, Lorenzo masih memiliki kelemahan besar. Sikap tidak sabar dan emosionalnya kerap menjadi bumerang kala bersaing dengan seniornya itu. Hal itu juga yang mengakibatkan Lorenzo sering mengalami kecelakaan fatal di lintasan. Juara dunia 250cc 2006 dan 2007 harus segera menemukan strategi tepat untuk menghadang kematangan The Flying Donkey.
Performa fantastis Lorenzo dan Rossi selama dua musim terakhir mengantarkan Yamaha unggul mutlak di kategori konstruktor. Namun, kekuatan yang nyaris imbang itu juga meruncingkan persaingan antara kedua pembalap. Rossi bahkan mengancam akan hengkang dari pabrikan Jepang jika mereka mempertahankan Lorenzo pada musim 2011 mendatang.
Maklum saja, menjadi anak emas Yamaha sejak 2004, Rossi jelas merasa tersaingi dengan Por Fuera yang mendapat perhatian sama. Memang, baru kali ini Rossi memiliki rekan setim dengan talenta dan skill seimbang. Kehilangan Rossi jelas akan menjadi bencana bagi Yamaha. Namun, mereka jelas tidak ingin melepas pembalap 22 tahun yang memiliki karir cerah. Bisa dipastikan, persaingan di dalam dan luar lintasan kedua pembalap ini akan menambah seru jalannya MotoGP 2010.
Stoner dan Pedrosa Terus Mengintai
Tidak mungkin membahas persaingan MotoGP tanpa menyebut Casey Stoner dan Dani Pedrosa. Kendati sedikit tenggelam di balik dominasi Lorenzo dan Rossi musim lalu, salah besar jika mencoret keduanya dari peta persaingan.
Stoner terpaksa merelakan posisi dua dan tiga direbut Lorenzo serta Pedrosa akibat penyakit misterius yang menderanya di pertengahan musim. Kendati ‘hanya’ menempati peringkat empat klasemen akhir, toh pembalap Australia masih mampu membuktikan diri sebagai ancaman serius duo Yamaha. Stoner tampil mengesankan dalam tiga seri terakhir dengan merebut dua podium utama di Australia dan Malaysia.
Sementara, Pedrosa sendiri terbilang cukup ‘kalem’ sepanjang musim 2009. Dia hanya berhasil membukukan dua kemenangan dan naik podium delapan kali. Lebih sedikit ketimbang musim 2008 dimana Pedrosa naik podium 11 kali. Namun, jika sedang on fire, Pedrosa mampu tampil kesetanan dan meninggalkan para pesaingnya jauh di belakang.
Sensasi Para Rookie
Musim baru identik dengan datangnya pembalap-pembalap baru, baik itu rider yang ‘naik kelas’ dari 250cc maupun hijrah dari ajang World Superbike (WSBK) seperti Colin Edwards dan John Hopkins.
Lima pembalap baru dipastikan menjajal kelas premium musim ini. Empat diantaranya adalah para penguasa kelas 250cc musim 2009: Hiroshi Aoyama, Hector Barbera, Alvaro Bautista, serta Marco Simoncelli. Mengingat persaingan sengit antara Bautista, Simoncelli, dan Barbera di kelas yang kini berubah menjadi Moto2, tentunya publik menunggu hal serupa terulang di arena MotoGP.
Barbera diplot menjadi pembalap tunggal Aspar Racing Team dengan tunggangan Ducati Desmosedici. Bautista bakal menjadi tandem pembalap veteran Italia Loris Capirossi di Rizla Suzuki, sedangkan Simoncelli bergabung dengan kompatriot Marco Melandri di Honda Gresini. Sementara, Aoyama juga didapuk sebagai pembalap tunggal bagi Interwetten Honda.
Diantara sederet rookie yang akan meramaikan MotoGP 2010, nama Ben Spies agaknya akan menarik perhatian lebih. Pasalnya, pembalap Amerika Serikat (AS) yang sukses menjuarai WSBK di tahun debutnya 2009 langsung menjadi sensasi ketika menjadi pembalap wild card di seri Valencia. Spies tampil mengesankan dengan finish di posisi tujuh. Selain itu, dia pun melakoni ujicoba di Valencia dengan menempatkan diri di peringkat empat.
Kembali ke Silverstone
Ada yang istimewa dalam perhelatan MotoGP 2010. Selain menyambut kedatangan sejumlah rookie, musim ini para pecinta MotoGP juga bisa menikmati aksi para pembalap di beberapa sirkuit baru.
Meski harus kehilangan sirkuit Donington Park, namun penikmat seri MotoGP rasanya tidak perlu larut dalam kesedihan. Pasalnya, musim ini FIM memastikan, MotoGP akan kembali merambah sirkuit legendaris Silverstone yang ditunjuk sebagai penyelenggara GP Inggris. Ini menjadi kali pertama Silverstone menyambut gelaran MotoGP sejak balapan terakhir 1980 silam.
Selain itu, para pembalap juga akan berlomba-lomba mencatatkan kemenangan perdana di sirkuit anyar, Balatonring pada GP Hungaria. Awalnya, sirkuit ini diharapkan bisa ikut ambil bagian pada MotoGP 2009. Sayang, rencana itu harus tertunda akibat krisis finansial.
Seri pertama di musim 2010 akan digelar di Losail, Qatar, seperti dua musim sebelumnya. Tentunya masih dengan format night race yang mendebarkan.
Sumber: okezone




